<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Just Be Better &#187; caleg</title>
	<atom:link href="http://wayan.web.id/tag/caleg/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wayan.web.id</link>
	<description>SEO and Blogging</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 18:36:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Fenomena Caleg stres dan meninggal setelah pemilu</title>
		<link>http://wayan.web.id/fenomena-caleg-stres-dan-meninggal-setelah-pemilu.html</link>
		<comments>http://wayan.web.id/fenomena-caleg-stres-dan-meninggal-setelah-pemilu.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2009 22:31:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wayan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[caleg]]></category>
		<category><![CDATA[Fenomena Caleg stres dan meninggal setelah pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[hasil pemilu sementara]]></category>
		<category><![CDATA[ikut]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu dan pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[itu]]></category>
		<category><![CDATA[legislatif]]></category>
		<category><![CDATA[mencari pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[parkir]]></category>
		<category><![CDATA[PARPOL]]></category>
		<category><![CDATA[pegadaian]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu 2009]]></category>
		<category><![CDATA[stres]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wayan.web.id/?p=606</guid>
		<description><![CDATA[Pemilu legislatif di tahun 2009 ini memang uniq, kenapa bisa dikatan uniq?karena pada PEMILU Legislatif 2009 pesetanya tidak hanya dari kalangan elit politisi dari sebuah partai. peserta caleg di PEMILU Legslatif 2009 ini dimulai dari Ulama&#8217;, Elit Politisi, Artis, Tukang Parkir bahkan tukang sampah pun tidak mau kalah dalam meramaikan Pemilu Legislatif 2009 ini. inilah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pemilu legislatif di tahun 2009 ini memang uniq, kenapa bisa dikatan uniq?karena pada <strong>PEMILU </strong><strong>Legislatif</strong><strong> 2009 </strong>pesetanya tidak hanya dari kalangan elit politisi dari sebuah partai. peserta caleg<strong> di PEMILU Legslatif 2009</strong> ini dimulai dari Ulama&#8217;, Elit Politisi, Artis, Tukang Parkir bahkan tukang sampah pun tidak mau kalah dalam meramaikan <strong>Pemilu Legislatif 2009 </strong>ini. inilah kehebatan pemilu legislatif 2009, semua masyarakat ikut berpartispasi (meskipun secara ILMU dan PENGETAHUAN tidak mumpuni).<span id="more-606"></span></p>
<p>Saya sih pada prinsipnya setuju-setuju aja jika mereka para ARTIS, TUKANG SAMPAH, TUKANG PARKIR dan lain-lain ikut meramaikan pemilu ini, asalkan mereka mampu untuk mengemban amanat rakyat ini dan bukan sebagai ajang mencari pekerjaan (pemilu kok kayak mencari pekerjaan aja ya..he he). Ulama&#8217; dan politisi mungkin sudah teruji kredibilitasnya secara pengethuan (tentu tidak dengan kualitas mental korup dan sifat yang jelek lainnya&#8230;), lha kalau tukang parkir, tukang sampah???menurut saya mereka mengurus diri aja masih susah (bukan mau menghina ya&#8230;) apalagi mengurus masyarakat ini&#8230;.padahal masih banyak orang di Indonesia ini yang secara kualitas melebihi mereka, tapai tidak ikut berpartisipasi (karena mereka tau bahwa politik dan mengemban amanat rakyat itu berat bung&#8230;)</p>
<p>Seperti yang kita ketahui, tidak semua parpol yang mencalonkan CALEG itu mendanai para CALEGnya so para CALEG tersebut harus rela merogoh uang dari kantong masing2..klau ulama dan artis si mungkin da pada kaya (walaupun tidak banyak yang harus hutang sana-sini&#8230;.he), lha kalau tukang sampah dan parkir dapat uang dari mana???tentu pegadaian dan bank lah solusi mereka,so banyak yang stres bahkan meninggal setelah mengetahui hasil pemilu sementara (maklum, hartanya sudah habis dan hutang menumpuk untuk kampanyae), dan barusan saya melihat di berita sebuah stasiun televisi &#8220;Seorang Caleg mengambil televisi pemberiannya setelah kalah dalam pemilu legislatif 2009&#8243; <img src='http://wayan.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>yang perlu diingat bagi teman-teman adalah,bahwa dunia politik itu memang kejam dan penuh dengan dengan kebohongan, so tidak usah ikut2an berpolitik jika tidak mempunyai kemampuan itu, yah hitung2 antisipasi lah dari stres dan meninggal mendadak setelah pemilu seperti para CALEG kita <img src='http://wayan.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wayan.web.id/fenomena-caleg-stres-dan-meninggal-setelah-pemilu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemilu Legislatif sudah selsesai, saat menerima hasil dengan lapang dada</title>
		<link>http://wayan.web.id/pemilu-legislatif-sudah-selsesai-saat-menerima-hasil-dengan-lapang-dada.html</link>
		<comments>http://wayan.web.id/pemilu-legislatif-sudah-selsesai-saat-menerima-hasil-dengan-lapang-dada.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2009 01:57:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wayan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[atau]]></category>
		<category><![CDATA[caleg]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[hasil pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[kalah]]></category>
		<category><![CDATA[kemajuan teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[legislatif]]></category>
		<category><![CDATA[massa]]></category>
		<category><![CDATA[metro tv]]></category>
		<category><![CDATA[partai]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[quick count]]></category>
		<category><![CDATA[tidak akan]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wayan.web.id/?p=580</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin tepatnya tanggal 9 April 2009 kita warga negara Indonesia melakukan pemilihan legislatif (bagi yang mempunyai hak pilih) dan dengan kemajuan teknologi kita sebagai warga negara Indonesia dapat mengetahui hasil perolehan sementara yang dilakukan oleh beberapa media penghitungan cepat atau yang biasa kita sebut dengan QUICK COUNT yang dilakukan oleh berbagai lembaga survei seperti LSN, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin tepatnya tanggal 9 April 2009 kita warga negara Indonesia melakukan pemilihan legislatif (bagi yang mempunyai hak pilih) dan dengan kemajuan teknologi kita sebagai warga negara Indonesia dapat mengetahui hasil perolehan sementara yang dilakukan oleh beberapa media penghitungan cepat atau yang biasa kita sebut dengan <strong>QUICK COUNT </strong>yang dilakukan oleh berbagai lembaga survei seperti LSN, LSI dan CIRRUS yang kemudian secara langsung ditayangkan oleh berbagai media.</p>
<p>Meskipun masih bersifat sementara, tetapi perhitungan ini bukan berarti tidak benar. berikut hasil dari quick count yang ditampilkan oleh <strong>Metro TV.</strong><span id="more-580"></span></p>
<p><strong>Demokrat 20,4%</strong></p>
<p><strong>PDIP        14,4%</strong></p>
<p><strong>GOLPKAR  14,0%<br />
</strong></p>
<p><strong>PKS            7,7%<br />
</strong></p>
<p><strong>PAN           5,7%</strong></p>
<p>seperti yang saya katakan tadi, hasil ini memang bersifat sementara dan lembaga survei tersebut menggunakan margin eror 1%, menurut direktur LSI hasil ini tidak akan jauh berbeda dengan yang nantinya akan dilakukan oleh <strong>KPU.</strong> apapun hasil dari pemilu legislatif ini hendaknya kita warga negara indonesia menerima hasil dengan baik dan jangan terpancing oleh ulah sebagian kelompok yang tidak terima atau memanfaatkan moment ini untuk kepentingan pribadi.</p>
<p>Jika memang ada terjadi kecurangan, maka laporkan tetapi jangan melakukan hal-hal yang membuat malu pemilu kita ini. para <strong>CALEG </strong>yang tidak terpilih pun hendaknya berlapang dada menerima kekalahan ini, karena inilah pemilu harus ada yang kalah dan yang menang. kan tidak mungkin semua itu menang atau semua kalah. Jika mungkin terjadi kecurangan yang dilakukan oleh <strong>CALEG </strong>atau partai tertentu maka adukan atau laporkan dengan jalur hukum yang benar, jangan malah menggerakkan massa untuk menghancurkan fasilitas negara, kalau menghancurkan fasilitas negara siapa yang rugi????</p>
<p>Buat para <strong>CALEG </strong>yang tidak terpilih untuk menjadi <strong>Legislatif</strong> di negeri ini diharapkan bisa berlapang dada jangan membuat kekacauan, lebih baik konsultasikan diri anda ke <strong>psikolog</strong> untuk menenangkan diri anda daripada membuat kekacauan atu ke <strong>RSJ</strong> ajalah, karena seperti yang kita ketahui saat ini <strong>RSJ </strong>di kota-kota sperti di <strong>SOLO</strong> menerima calon pasien khusus <strong>CALEG, </strong>ya maklum kalah dalam pertarungan itu memang sakit apalagi modal yang digunakan hasil <strong>HUTANGAN </strong>dari <strong>BANK </strong>atau <strong>PEGADAIAN.</strong> he he  he he</p>
<p>regards <img src='http://wayan.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wayan.web.id/pemilu-legislatif-sudah-selsesai-saat-menerima-hasil-dengan-lapang-dada.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jumlah Anggota Pengguna Facebook Mencapai 200 Juta</title>
		<link>http://wayan.web.id/jumlah-anggota-pengguna-facebook-mencapai-200-juta.html</link>
		<comments>http://wayan.web.id/jumlah-anggota-pengguna-facebook-mencapai-200-juta.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2009 11:07:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wayan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[200 juta]]></category>
		<category><![CDATA[barack obama]]></category>
		<category><![CDATA[belum]]></category>
		<category><![CDATA[caleg]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Juta]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[mencapai 200juta]]></category>
		<category><![CDATA[nicholas sarkozy]]></category>
		<category><![CDATA[pengguna]]></category>
		<category><![CDATA[pengguna facebook]]></category>
		<category><![CDATA[presiden perancis]]></category>
		<category><![CDATA[untuk]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wayan.web.id/?p=574</guid>
		<description><![CDATA[200 Juta. Bayangkan! Wah nyaris sejumlah penduduk negara kita dong. Ya, sebanyak itulah jumlah pengguna Facebook yang diinginkan saat ini. Menurut CEO Facebook Mark Zuckerberg, situsnya akan mencatatkan jumlah keanggotaan yang ke 200 juta hari ini juga, dan bahkan melampaui angka tersebut. Padahal situs pertemanan itu belum genap berusia setengah dekade. Facebook memang telah berhasil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/09/18/3004482p.jpg" alt="" width="360" height="214" />200 Juta. Bayangkan! Wah nyaris sejumlah penduduk negara kita dong. Ya, sebanyak itulah jumlah pengguna Facebook yang diinginkan saat ini. Menurut CEO Facebook Mark Zuckerberg, situsnya akan mencatatkan jumlah keanggotaan yang ke 200 juta hari ini juga, dan bahkan melampaui angka tersebut. Padahal situs pertemanan itu belum genap berusia setengah dekade.</p>
<p>Facebook memang telah berhasil menyihir dunia. Tidak hanya digunakan oleh orang awam, tetapi juga sukses dimanfaatkan berkampanye oleh presiden AS Barack Obama maupun presiden Perancis Nicholas Sarkozy. Caleg-caleg kita pun ada yang ‘beriklan’ di Facebook. <span id="more-574"></span>Menurut Mark, Facebook selalu ingin memberi penggunanya cara yang lebih kaya, lebih cepat untuk berbagi informasi dan berkomunikasi. Ini, katanya, membuat para penggunanya kemudahan untuk memahami dan mengubah dunia di sekelilingnya.</p>
<p>Nah, apakah Anda sudah membuat profil di facebook? Jika belum, mungkin kehadiran Anda bisa membuat jumlah pengguna facebook mendekati angka 300 juta.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wayan.web.id/jumlah-anggota-pengguna-facebook-mencapai-200-juta.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Polusi itu bernama Kampanye, dan kampanye itu PEMBODOHAN</title>
		<link>http://wayan.web.id/polusi-itu-bernama-kampanye-dan-kampanye-itu-pembodohan.html</link>
		<comments>http://wayan.web.id/polusi-itu-bernama-kampanye-dan-kampanye-itu-pembodohan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2009 23:24:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wayan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[caleg]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[GOLPUT]]></category>
		<category><![CDATA[Kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[kemacetan]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[lapangan pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[PARPOL]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[pilihan rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[saat]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wayan.web.id/?p=476</guid>
		<description><![CDATA[Saat pemilu merupakan saat-saat yang penting bagi sebuah negara dan rakyatnya, karena pilihan rakyat ini akan menentukan nasib dari rakyat dan sebuah bangsa selama periode pilihannya (5 tahun untuk negara indonesia). jika kita memperhatikan pentingnya pemilu ini memang sangat wajar buat kita rakyat INDONESIA untuk memilih calon wakil-wakil kita di DPR, DPRD, DPD dan partai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_477" class="wp-caption alignleft" style="width: 170px"><a href="http://wayan.web.id/wp-content/uploads/2009/04/parpol.jpg"><img class="size-medium wp-image-477" src="http://wayan.web.id/wp-content/uploads/2009/04/parpol.jpg" alt="sampah kota" width="160" height="120" /></a><p class="wp-caption-text">sampah kota</p></div>
<p>Saat pemilu merupakan saat-saat yang penting bagi sebuah negara dan rakyatnya, karena pilihan rakyat ini akan menentukan nasib dari rakyat dan sebuah bangsa selama periode pilihannya (5 tahun untuk negara indonesia). jika kita memperhatikan pentingnya pemilu ini memang sangat wajar buat kita rakyat INDONESIA untuk memilih calon wakil-wakil kita di DPR, DPRD, DPD dan partai yang tetap sehingga tidak terjadi kesalahan-kesalahan yang sama (tapi apa mau dikata, sejarah di Negara ini selalu berulang).<span id="more-476"></span></p>
<p>Kampanye atau sosialisasi partai dan caleg ke masyarakat itu memang penting, tapi yang harus kita ingat dan kita pahami yang lebih dalam adalah &#8220;Pemilu itu untuk memajukan rakyat bukan merupakan ajang perebutan kekuasaan atau tempat mencari lapangan pekerjaan&#8221;. jika kita lihat kampanye-kampanye yang dilakukan oleh berbagai PARPOL dan para CALEG merupakan suatu pembodohan kepada rakyat, liat saja apa yang kita lihat saat kampanye, rakyat diajak berjoget, berarak keliling jalan hingga menyebabkan kemacetan dan bebagai akitvitas PARPOL dan CALEG lain yang sebetulnya itu sangat merugikan kita dan yang lebih membuat kita miris adalah &#8220;para simapatisan kampanye tersebut tidak paham dengan apa yang di Orasikan&#8221;, jadi apa yang mereka dapat????</p>
<p>Kampanye yang dilakukan di berbagai kota dan partai tidak lepas dengan apa itu yang disebut dengan Money politik. hal ini sudah tidak aneh lagi, manamungkin masyarakat rela datang dan memeriahkan kampanye sebuah partai dan meningglkan pekerjaanya jika mereka tidak diberikan upah yang pantas selama meninggalkan pekerjaannya meskipun tidak semuanya seperti itu tetapi menurut saya 90% Parpol melakukan <em>Money Politik</em>.  selama masa kampaye ini selain banyak kampanye terbuka PARPOL dan CALEG yang menyebakan kemacetan tetapi ada satu lagi yang membuat kita miris adalah banyaknya atribut-atriut yang beertebaran disepanjang jalan kota. memang miris, disaat rakyat kita kesusahan seperti ini mereka para CALEG dan PARPOL malah menghambur-hamburkan uang untuk mencari keuntungan, kekuasaan dan pekerjaan sebagai wakil kita&#8230;.huhhhhhhhh&#8230;..jika seperti ini apakah rakyat Indonesia berpesta???? lalu rakyat bagian mana yang berpesta?????</p>
<p>Himbaun saya kepada masyarakat ini adalah&#8230;hati-hati dan jangan sampai kita mengulangi kesalahan yang sama saat menentukan pilihan karena pemilu ini secara tidak langsung akan menentukan arah nasib kita. jangan pernah bersimpati dengan PARPOL yang mengatakan membela WONG CILIK atau janji-janji lain yang menggiurkan, karena sperti pengalaman-pengalaman yang kita beroleh yaitu banyak PARPOL dan CALEG yang berjanji tetapi mereka menghianati kita setelah mereka menjadi pimpinan di SENAYAN. saat ini kita hanya bisa bersabar dengan ulah para WAKIL kita yang menghianati kita dan meng eksploitasi kita rakyat kecil saat masa pemilu. So saatnya kita untuk mengubah nasib bangsa ini, gunakan hak pilih anda dengan baik dan jangan sampai salah dan kalu kita merasa ragu-ragu lebih baik GOL{UT aja deh dari pada pilihan kita malah akan membuat negeri INI hancur.</p>
<p>Regards <img src='http://wayan.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wayan.web.id/polusi-itu-bernama-kampanye-dan-kampanye-itu-pembodohan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KETIKA TIDAK MEMILIH MENJADI SEBUAH PILIHAN</title>
		<link>http://wayan.web.id/ketika-tidak-memilih-menjadi-sebuah-pilihan.html</link>
		<comments>http://wayan.web.id/ketika-tidak-memilih-menjadi-sebuah-pilihan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2009 14:44:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wayan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[atau]]></category>
		<category><![CDATA[caleg]]></category>
		<category><![CDATA[demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[GOLPUT]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah suara]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[presiden terpilih]]></category>
		<category><![CDATA[TIDAK]]></category>
		<category><![CDATA[tidak akan]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wayan.web.id/?p=375</guid>
		<description><![CDATA[Pernah saya mendengar suatu ungkapan Jangan pernah diam atau tidak menyikapi suatu keadaan, namun kita dapat menyikapi suatu keadaan dengan diam. Menjelang pemilu kali ini ada sesuatu yang berbeda. Bukan hanya jumlah partai yang kembali berubah atau pemilihan secara langsung untuk anggota legislatif, namun juga maraknya fenomena “Golput” atau orang yang tidak menggunakan hak pilihnya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<div></div>
<p> <!--[endif]--> <!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:21.0cm 842.0pt; 	margin:4.0cm 3.0cm 3.0cm 4.0cm; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --> <!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!    /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}  --> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Pernah saya mendengar suatu ungkapan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Jangan pernah diam atau tidak menyikapi suatu keadaan, namun kita dapat menyikapi suatu keadaan dengan diam.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Menjelang pemilu kali ini ada sesuatu yang berbeda. Bukan hanya jumlah partai yang kembali berubah atau pemilihan secara langsung untuk anggota legislatif,<span> </span>namun juga maraknya fenomena “Golput” atau orang yang tidak menggunakan hak pilihnya. Ancaman akan adanya aksi golput banyak terjadi di daerah-daerah di Indonesia. Oleh pemerintah fenomena ini ditanggapi sangat serius, entah karena adanya<span> </span>kepentingan beberapa orang partai atau golongan, atau memang karena ingin<span> </span>seluruh rakyat ikut berpartisipasi dalam pemilu kali ini. Pemerintah melalui MUI melarang warga negara terutama yang beragama Islam untuk golput dalam pemilu.<span id="more-375"></span></p>
<p><img class="alignleft" src="http://bandungvariety.files.wordpress.com/2008/10/pemilu.jpg" alt="" width="300" height="453" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Mungkin kita bisa menduga adanya kekhawatiran pemerintah akan jumlah suara yang akan terkumpul. Dengan adanya batasan minimal berapa persen dari jumlah pemilih untuk mendapatkan kursi, fenomena Golput akan sangat mengkhawatirkan kelangsungan pemilu. Aturan main seharusnya diganti, bukan prosentase dari<span> </span>jumlah pemilih namun dari jumlah suara sah, sehingga banyak sedikitnya pemilih yang golput tidak akan berpengaruh pada kelangsungan pemilu. Mudahnya seperti<span> </span>ini, jika presiden terpilih harus memiliki separuh lebih dari jumlah pemilih,<span> </span>maka dengan banyaknya orang yang tidak memilih akan menghilangkan banyak suara.<span> </span>Misal, dengan jumlah pemilih seratus orang, Jika harus memiliki separuh lebih dari jumlah pemilih yang ada maka berarti harus memiliki suara sebanyak 51<span> </span>suara. Jika jumlah golput 60 orang, maka presiden tidak akan pernah didapatkan. Berbeda jika separuh lebih dari jumlah suara sah. Walaupun yang menggunakan hak pilih hanya lima orang, presiden akan tetap bisa didapatkan dari pemilu tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Kembali pada permasalahan golput diatas. Pemilu kali ini diprediksi oleh banyak pihak bahwa akan banyak orang yang tidak menggunakan hak suaranya. Banyak hal yang menyebabkan banyak orang untuk tidak ikut serta dalam persa demokrasi ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">1. Golput karena sudah bosan dengan pemilu yang dianggap tidak memberikan keuntungan bagi dirinya</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">2. Golput karena sudah muak dengan janji-janji politikus dan partainya yang pada kenyataannya tidak pernah ditepati</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">3. Golput karena tidak tahu harus berbuat apa dengan keadaan yang seperti ini</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">4. Golput karena tidak ada pihak yang memberikan nilai untuk suaranya</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">5. Golput karena tidak memiliki pengetahuan yang baik terhadap partai dan atau<span> </span>orang-orang di dalamnya dan mungkin ini akan dapat bertambah lagi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Pada dasarnya golput dapat di bagi atas duakelompok besar yakni golput karena tidak tahu dan<span> </span>golput karena tahu. Golput karena tidak tahu yaitu orang-orang yang tidak<span> </span>memilih karena mereka sudah bosan untuk ikut pemilu, atau tidak adanya nilai<span> </span>suara mereka (politik uang). Atau dapat juga orang-orang yang sangat sibuk dengan pekerjaan mereka sehingga tidak ada waktu lagi untuk mengikuti pemilihan umum.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Golput karena tahu yaitu, orang-orang yang tidak menggunakan hak pilihnya karena tidak memiliki calon yang baik yang menurutnya pantas untuk dipilih. Orang-orang dari golongan ini biasanya mereka sadar untuk ikut serta dalam pemilihan umum. Namun mereka bingung untuk memilih karena terlalu banyaknya pilihan. Selain itu pilihan yang ada juga belum bias dikenali dengan baik. Orang-orang dari golongan ini mungkin sudah berusaha untuk mengenal nama-nama yang ditawarkan. Namun karena banyaknya nama, menjadikan mereka kebingungan untuk membandingkan secara dalam guna mendapatkan pilihan yang baik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Pada pemilu kali ini —dengan adanya pemilihan langsung— mungkin akan banyak golput karena tahu (saya berharap demikian). Jadi mereka golput karena mereka sudah berusaha untuk mencari tahu siapa saja yang maju dalam pemilihan kali ini, namun mereka tidak mendapatkan calon yang baik. sangat banyaknya orang yang menjadi caleg akan membuat kita bingung untuk menentukan pilihan. Jika kita asal memilih bukan tidak mungkin bangsa ini menjadi suatu taruhan. Jika akan<span> </span>memilih, kitapun sulit untuk menentukan pilihan. Tentu tidak adil jika kita menyingkirkan beberapa orang yang tidak diketahui, Padahal bisa saja orang yang tidak kita ketahui malahan orang yang baik untuk duduk pada pemerintahan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Akhirnya, memilih atau tidak memilih menjadi pilihan bagi kita semua. Itu merupakan hak asasi manusia. Yang penting adalah bahwa kita harus memiliki alasan yang kuat untuk memilih pilihan-pilihan itu. Baik memilih ataupun tidak harus dengan suatu alasan yang kuat. Terakhir dan yang paling penting, marilah kita mulai dari diri kita sendiri untuk memulai segala sesuatu dengan niat yang bersih dan dengan cara yang baik guna mencapai kehidupan berbangsa yang lebih baik di kemudian hari.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">tulisan ini di tulis oleh temen dekat saya Awaludin Indra Waskita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wayan.web.id/ketika-tidak-memilih-menjadi-sebuah-pilihan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

