Kadang2 kita harus abaikan "si kiri"..
Ada orang yg bersedekah Rp 10 juta setiap harinya…
Ada juga yang bersedekah Rp 2 miliar setiap bulannya..
Dengerin beginian, orang-orang yang bermental miskin pasti langsung berseru, “Gimana caranya ya, saya bisa dapat sedekah sebesar itu?”
Sebaliknya, orang-orang yang bermental kaya akan berseru, “Gimana caranya ya, saya bisa bersedekah sebesar itu?”
Setiap kali ada acara di TV/anjuran2 mengajak untuk memberi, menyumbang, berderma, atau bersedekah dalam jumlah jor-joran, orang-orang kiri (kuat otak kirinya) selalu punya segerobak alasan untuk ‘menyelamatkan’ dompetnya.
Pokoknya, ada-ada saja alasan mereka untuk memperkecil jumlah sedekah, menunda sedekah, atau bersedekah tidak dalam bentuk uang. Misalnya saja:
— Sedikit saja, yang penting ‘kan ikhlas!
Padahal banyak dan ikhlas, jelas-jelas itu lebih baik tho? Dan hingga detik ini, saya tidak menemukan satu pun dalil agama untuk bersedekah sedikit. Yang ada hanyalah dalil-dalil untuk bersedekah banyak-banyak, sering-sering, dan segera. Sudahlah, jangan pelit!
— Ah, tidak perlu banyak begitu. Ntar bisa riya, ujub, dan sombong lho!
Padahal bukankah lebih baik bersedekah lebih banyak, lebih sering, dan lebih segera, sambil memelihara keikhlasan? Btw, ikhlas itu omongan para pemula. Mereka yang sudah terbiasa bersedekah, selalu lupa sudah sedekah berapa, sedekah di mana, sedekah kepada siapa. Sudahlah, jangan banyak alasan!
— Siapa bilang sedekah itu harus dalam bentuk uang? Senyum itu ‘kan sedekah. Amal baik juga sedekah. Ilmu juga sedekah.
Nah, ini ada benarnya. Hanya saja, itu semua tidak cukup. Tetap perlu sedekah dalam bentuk uang. Makanya muncul angka 2,5%, 10%, 10 kali lipat, dan 700 kali lipat. Sudahlah, jangan ngeles terus!Barangkali orang-orang kiri ini menganggap Tuhan itu Maha Miskin, Maha Pelit dan Maha Pelupa, sehingga menurutnya Tuhan tidak mau dan tidak mampu mengganti sedekahnya. Ah, ngaco itu! Karena jelas-jelas Tuhan itu Maha Kaya, Maha Pemurah, dan Maha Membalas.
Terus, gimana dengan orang-orang kanan (kuat otak kanannya)? Ternyata, mereka selalu punya setumpuk alasan untuk memperbesar jumlah sedekah, menyegerakan sedekah, dan bersedekah dalam bentuk uang. Minimal 5% dari pendapatan kotor mereka dan itu pun terus mereka tingkatkan. Yah, walaupun sebenarnya mereka tidak terlalu mampu untuk itu. Kurang rasional memang. Namanya juga kanan.
Semoga mereka yang bersedekah terang-terangan, niatnya sama ikhlasnya dengan mereka yang bersedekah diam-diam. Dan semoga mereka yang bersedekah diam-diam, jumlahnya sama banyaknya dengan mereka yang bersedekah terang-terangan. Yang celaka, mereka yang diam-diam tidak bersedekah, hehehe! Rite?
*sekedar renungan untuk kita (termasuk untuk diri saya sendiri)
Lowongan Terkait:
- Politik Kita Berpolitik merupakan hak bagi warga negara. Setiap warga negara memiliki...
- Apakah benar MONOPOLI itu bisa RUGI…? Hem..selain isu PILPRES (pilihan presiden) yang semakin panas, ternyata masih...
- Apakah kita sudah merdeka…? Tak terasa besok tepatnya hari senin tanggal 17 agustus 2009...
- Fenomena Caleg stres dan meninggal setelah pemilu Pemilu legislatif di tahun 2009 ini memang uniq, kenapa bisa...
- KETIKA TIDAK MEMILIH MENJADI SEBUAH PILIHAN Pernah saya mendengar suatu ungkapan Jangan pernah diam atau tidak...
He.. he.. I love this article.. keren euy.. bisa jadi bahan perenungan yang cukup dalem..
seems to me very interesting … congratulations for the article and the blog!
a bit daunting … interesting anyway!
nice article! a kiss!
The idea is very beautiful, and I recognize that the graphics on the web is essential, not only to differentiate the sites but also to draw
me encanta este blog!!!
me parece muy interesante este articulo!
muy bonito este blog!
The paper writing will demonstrate a writing ability of some scholars. But that needs a lot of time to create the great quality apa research paper. The professional writing services can propose to buy term paper related to this good topic to save time and money.