Batik resmi menjadi milik Indonesia
Setelah gerah dengan ulah negara tetangga (Malaysia) yang telah banyak mengklaim budaya Indonesia akhirnya ada kabar gembira juga bhwa saat ini BATIK telah tesmi menjadi sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia. hal ini telah di kukuhkan pada Jumat oleh UNESCO dan telah mengetuk palu pengukuhan batik sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.Huh…senang dan lega rasanya.
Yups…kita sebagai warga negara Indonesia wajib merasa bangga akan budaya dan warisan-warisan oleh para leluhur kita. jangan kita biarkan negara malaysia yang tidak tahu rasa terimkasih dan bermoral rendah mengklaim dan menginjak-injak kehormatan RI (nek perlu Ganyang Malaysia
).
kita memang wajib bangga terhadap budaya bangsa ini tetapi tidak semuanya lho….kenapa begitu????karena banyak juga budaya kita yang tidak patut kita contoh misalnya budaya korupsi, Kolusi, terorist, nepotisme, mengemis dan budaya-budaya jelek lainnya. eh…kalau budaya-budaya jelek tersebut kita berikan ke malingsia eh malaysia pada setuju ga???
Saat ini dukungan para Blogger terhadap negara Indonesia sudah mulai terbentuk misalnya melalui Indonesiaunite so bagi temen-temen yang belum bergabung, Ayo Gabunggggggggggggggg…….Intinya jangan biarkan negara kita di Injak-injak…..
Lowongan Terkait:
- Cara Login CIAO dengan IP indonesia hem…setelah lama bermain di CIAO, pada artikel kali ini saya...
- Indonesia VS Terorist Hidup Lah Indonesia RAYA…itulah kata dari penggalan dari syair lagu...
- Peringati Hari kartini, google indonesia ganti logo Hari ada yang aneh ketika saya browsing dengan menggunakaan search...
- Perburuan NOORDIN M TOP Mulai tadi sore hingga sekarang kabar atau berita di telivisi...
- Fenomena Preman dan Gepeng Di Indonesia Pagi ini sebuah stasiun telivisi swasta mengangkat sebuah topik berita...
Sedih anak2 muda indo membuang masa di blog yang mencerca nista keturunan mereka sendiri. Berbuat begitu kerana tidak mempunyai pekerjaan untuk memajukan diri.
Sedih anak2 muda indo melarang keturunan mereka sendiri mempraktikkan budaya yang diwarisi bila berhijrah ke malaysia.
Sedih bila aparat imigrasi bandara padang meminta uang rp100 ribu (pungli) bagi pelajar yang mau pulang ke malaysia pasca gempa padang.
Sedih meliat (melihat) pesakit2 tenat dan hampir mati (spt. ibu hamil dan lain-lain) tidak dibenarkan untuk dirawat di rumah sakit di indo, kerana dimestikan membayar uang dahulu. (Gratis di malaysia, dunk!)
Sedih melihat anak2 muda muda berbadan kekar menjadi pengamen atawa penodong aqua dan permin hexos di persimpangan jalanraya2 jakarta.
Sedih naib2 (semacam kadi kalau di mesia) sengaja mempersulit lelaki luar indo untuk berkahwin dengan minah indo. Sebenarnya, semua pegawai negeri indo sengaja mempersulit segala hal, dan mereka lagi lebih gemar mempersulit rakyat mereka sendiri. Sedih saking! bila tengok rakyat mereka sendiri di “cekik” oleh aparat (semacam keparatlah) pemerintah indo.
Sedih melihat mangsa atau korban malapetaka di indo berebut-rebut semasa menerima bantuan. Malu, mereka ini tidak berdisiplin langsung, tidak sabar dan tidak pandai que (antrean). Pakai rampas shaja kalau dan ramai.
Sedih ribuan anak2 muda indo yang terpelajar hanya berupaya bekerja di warnet (warung internetlah tu) yang mendapat upah sekitar 4 atau 5 ratusribuan (tak sampai rm300) dan mereka inilah yang bertanggungjawab merenggangkan malaysia dan indonesia. Bagimana tuan punya blog?
Sedih anak2 indo sedikit pun tidak merasa bangga bahawa budaya mereka diamalkan oleh keturunan mereka di malaysia, malah melarang pula saudara mereka mempraktikkannya.
Pulau pandan jauh ke tengah
Gunung daik bercabang tiga
Hancur badan dikandung tanah
Budi baik dikenang juga.
Harus diingat pantun di atas adalah dalam bahasa melayu, berasal dari bahasa melayu riau. Dan orang melayu termasuk melayu riau tidak suka bahasa mereka dicincang-cincang seperti yang dilakukan oleh indonesia. Polda, hansip, dansek, pemilu dan ribuan perkataan lain yang menghancurkan bahasa melayu. Kami lebih rela menyebut polisi daerah daripada menyenut “polda”. Rosak pisan!
Kenapa harus beda antara doktor dengan dokter?
Kepada aparat2 dan calo2 di pintu masuk ke indo, tolonglah jangan dikuras abis abisan TKI yang pulang.
Kepada calon TKI, kenali dahulu majikan kamu, dan bahawasanya kami dari keturunan nusantara tidak pernah dan tidak tergamak (tega) sama sekali untuk menganiaya TKI/TKW dan kami mempunyai undang-undang yang lengkap dan mantap untuk menangani sebarang masalah.
Ramai antara kami yang mati dibunuh semasa dirampok oleh pendatang2 indo dan ada wanita kami yang dirogol dan disembelih, juga ada yang di bawa lari ke tanah gersang lombok atau madura. Tetapi kami tidak ambil pusing (bukan tidak prihatin) dan tidak membuat demonstrasi atau menyediakan posko “ganyang indo”.
Itu bukan budaya kami dan kami ada undang-undang untuk menyelesaikan itu semua. Dan kami harus bangun pagi esok untuk keluar mencari rezeki untuk memajukan negara dan bangsa. Tiada polemik bagi kami.
Hatur Nuhun mang.
izin sedot yah artikelnya yah?????
asalnya pasti ku tulis deh..
monggo….silahkan disebarluaskan
This article contains some of the most informative content I’ve read in quite some time. The points of this content are clear-cut and engaging. I think much like this writer.